Liputanfokus.com Cibinong — Bupati Bogor Rudy Susmanto mengawali rangkaian kegiatan refleksi akhir tahun 2025 dengan melaksanakan Salat Subuh berjamaah perdana di Masjid Raya Nurul Wathon, kawasan Pakansari, Cibinong, Jumat (26/12/2025). Kegiatan tersebut diikuti oleh para alim ulama, jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, aparatur sipil negara (ASN), serta masyarakat dari berbagai wilayah.

Salat Subuh berjamaah ini menjadi penanda dimulainya pemanfaatan Masjid Raya Nurul Wathon sebagai pusat spiritual, sosial, dan peradaban umat di Kabupaten Bogor. Usai salat, kegiatan dilanjutkan dengan gerakan bebersih masjid, sebagai simbol kolektif gotong royong dan tanggung jawab moral dalam memakmurkan rumah ibadah.

Dalam keterangannya, Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai ruang ritual, melainkan juga sebagai pusat pembinaan ruhani dan akhlak masyarakat.

“Masjid adalah poros peradaban. Di sinilah nilai-nilai ketauhidan, keikhlasan, dan kebersamaan disemai. Salat Subuh berjamaah ini bukan sekadar ibadah rutin, tetapi ikhtiar spiritual untuk membersihkan hati, menata niat, dan memperkuat kesadaran kolektif dalam membangun Kabupaten Bogor yang berkeadaban,” ujar Rudy Susmanto.

Menurut Rudy, pendekatan pembangunan yang berlandaskan nilai tasawuf—yakni keseimbangan antara dimensi lahir dan batin—menjadi fondasi penting dalam kepemimpinan daerah.

“Pembangunan sejati tidak hanya diukur dari fisik dan infrastruktur, tetapi dari kualitas jiwa dan akhlak masyarakatnya. Tasawuf mengajarkan kita untuk memimpin dengan kerendahan hati, kejujuran, dan tanggung jawab di hadapan Allah SWT,” tambahnya.

Masjid Raya Nurul Wathon juga dijadwalkan akan menggelar Salat Jumat perdana, sekaligus secara resmi difungsikan sebagai sentra kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Pada hari yang sama, Pemerintah Kabupaten Bogor akan menyelenggarakan doa bersama akhir tahun 2025 usai Salat Asar.

Kegiatan doa bersama tersebut direncanakan menghadirkan penceramah nasional Miftah Maulana Habiburrahman (Gus Miftah). Momentum ini menjadi ruang refleksi spiritual bagi Bupati Bogor Rudy Susmanto dan Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, yang telah memimpin Kabupaten Bogor selama kurang lebih 10 bulan.

“Doa bersama ini adalah bentuk muhasabah. Kami menyadari sepenuhnya bahwa amanah kepemimpinan adalah titipan. Dengan doa dan dzikir, kita berharap setiap kebijakan yang diambil senantiasa berada dalam ridha Allah SWT dan memberi kemaslahatan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.