liputanfokus.com Bogor - Suasana hangat dan penuh keteduhan menyelimuti kediaman Gus Sholeh di kawasan Kota Wisata Cibubur Kebupaten Bogor, Sabtu (25/4/2025). Dalam wawancara eksklusif bersama tim wartawan Siber24jam.com, Liputan08.com, dan Liputanfokus.com, Gus Sholeh membuka ruang diskusi mendalam tentang relasi antara dunia usaha, spiritualitas Islam, serta urgensi zakat dan sedekah dalam membangun keberkahan hidup.
Duduk sederhana namun penuh wibawa, Gus Sholeh memulai perbincangan dengan menekankan bahwa keberhasilan usaha sejatinya tidak hanya diukur dari aspek keuntungan finansial, melainkan juga dari nilai keberkahan yang dirasakan oleh pelaku usaha dan masyarakat sekitarnya.
Wartawan: Bagaimana pandangan Anda tentang pentingnya zakat dan sedekah dalam dunia usaha?
Gus Sholeh: Dalam Islam, usaha itu bukan hanya soal mencari profit, tetapi juga soal keberkahan. Zakat adalah kewajiban yang menyucikan harta, sedangkan sedekah adalah bentuk cinta kita kepada sesama. Keduanya menjadi fondasi spiritual yang menjaga usaha tetap berada di jalan yang diridhai Allah.
Ia kemudian mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an, Surah Al-Baqarah ayat 261, yang menggambarkan betapa sedekah akan dilipatgandakan pahalanya. Menurutnya, ayat tersebut tidak hanya berbicara dalam konteks ukhrawi, tetapi juga memiliki dimensi sosial-ekonomi yang nyata.
Wartawan: Banyak pelaku usaha merasa khawatir hartanya berkurang jika terlalu banyak bersedekah. Bagaimana Anda menanggapi hal ini?
Gus Sholeh: Itu karena cara pandang kita masih materialistik. Dalam hadis yang diriwayatkan dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa harta tidak akan berkurang karena sedekah. Justru sebaliknya, Allah akan menggantinya dengan cara yang tidak kita sangka. Ini yang harus diyakini.
Dalam penjelasannya, Gus Sholeh juga mengaitkan konsep tersebut dengan ajaran tasawuf. Ia menyebut bahwa zakat dan sedekah adalah bagian dari proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, yang menjadi inti dari perjalanan spiritual seorang muslim.
Wartawan: Dalam perspektif tasawuf, bagaimana posisi zakat dan sedekah?



