Liputanfokus.com CIBINONG – Peringatan Hari Ibu yang diperingati setiap 22 Desember menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan peran perempuan dalam pembangunan nasional. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bogor, Eva Rudy Susmanto, mengajak masyarakat memaknai Hari Ibu tidak hanya sebagai penghormatan terhadap ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai pengakuan atas peran strategis perempuan bagi bangsa.
Eva menegaskan, Hari Ibu memiliki makna historis sebagai simbol kebangkitan, persatuan, dan kesatuan perjuangan perempuan Indonesia yang tidak terpisahkan dari perjuangan nasional.
“Penguatan peran perempuan merupakan kunci penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” ujar Eva.
Ia mengulas, Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang digelar pada 22–25 Desember 1928 di Yogyakarta, yang melahirkan Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) sebagai tonggak persatuan organisasi perempuan.
Perjuangan tersebut berlanjut melalui Kongres Perempuan Indonesia Kedua tahun 1935 yang menegaskan peran perempuan sebagai ibu bangsa, hingga Kongres Ketiga tahun 1938 di Bandung yang menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu. Penetapan ini kemudian diperkuat dengan Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.
Eva berharap, semangat perjuangan perempuan Indonesia terus diwarisi, khususnya oleh generasi muda, sebagai kekuatan dalam mengisi kemerdekaan dan mendorong pembangunan berkelanjutan.

