Liputanfokus.com CIBINONG – Hidayah Allah datang tanpa mengenal usia. Di usia 68 tahun, seorang pria bernama Tunggal Sutandi resmi memeluk agama Islam setelah sebelumnya menganut agama Kristen. Perjalanan spiritualnya yang penuh haru kini mendapat dukungan nyata dari berbagai pihak, termasuk Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.
Saat ini, Tunggal Sutandi sementara waktu ditampung di Kantor Media Liputan08.com, Cibinong Kabupaten Bogor, sambil menjalani proses pendalaman keislaman. Bentuk kepedulian datang dari berbagai kalangan dan Kecamatan Cibinong melalui penyaluran bantuan sembako, yang sangat membantu kebutuhan dasar muallaf tersebut.
Bantuan yang diberikan berupa beras, susu, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya, guna menunjang kehidupan Tunggal Sutandi dalam beberapa hari ke depan.
Dengan mata berkaca-kaca, Tunggal Sutandi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu di awal perjalanan hijrahnya.
“Saya mendapat hidayah di usia senja. Alhamdulillah, Allah masih memberikan saya kesempatan untuk mengenal Islam. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Saya ditampung di kantor media Liputan08.com dan mendapat perhatian dari banyak pihak. Terima kasih kepada Kecamatan Cibinong dan semua yang mendukung saya. Hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan ini,” ujar Tunggal Sutandi dengan penuh haru. Selasa (23/12/2025)
Sementara itu, Camat Cibinong, Acep Sajidin, menegaskan bahwa keberadaan muallaf merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun umat Islam secara luas. Menurutnya, ajaran Islam telah mengatur secara jelas tentang kewajiban memuliakan dan membantu muallaf.
“Muallaf adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama, sebagaimana diatur dalam syariat Islam. Negara hadir melalui pemerintah, dan umat juga harus hadir dengan kepedulian. Bantuan ini bukan sekadar sembako, tetapi bentuk perhatian agar muallaf merasa aman, diterima, dan dikuatkan imannya,” ujar Acep Sajidin.
Ia menambahkan, memperlakukan muallaf dengan baik adalah bagian dari dakwah bil hal, yaitu dakwah melalui tindakan nyata.
“Islam mengajarkan kita untuk merangkul, membimbing, dan menguatkan muallaf, terutama di masa-masa awal hijrah. Kita ingin mereka merasakan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil alamin, penuh kasih sayang dan kepedulian,” tambahnya.

