Liputanfokus.com CIBINONG — Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak Himpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah guna menciptakan iklim usaha yang adil, sehat, dan berdaya saing. Ajakan tersebut disampaikan saat audiensi bersama pengurus PHRI di Pendopo Bupati Bogor, Selasa (13/1).
Audiensi yang dihadiri Wakil Bupati Bogor, Sekretaris Daerah, jajaran kepala perangkat daerah, serta camat ini menjadi langkah awal penguatan kolaborasi strategis antara Pemkab Bogor dan pelaku usaha sektor pariwisata dan jasa.
Rudy menegaskan, PHRI memiliki peran penting sebagai penghubung komunikasi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha. Melalui sinergi yang kuat, setiap kebijakan diharapkan dapat diterapkan secara proporsional, adil, dan merata.
“Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh pengusaha yang berinvestasi di Kabupaten Bogor memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” ujar Rudy.
Ia juga menekankan pentingnya penataan kawasan Puncak sebagai ikon pariwisata unggulan Kabupaten Bogor. Menurutnya, penataan kawasan tersebut memerlukan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan, termasuk pelaku usaha hotel dan restoran.
“Penataan Puncak harus dilakukan bersama agar tercipta kawasan yang tertib, nyaman, indah, dan berkelanjutan, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Bogor Juju Junaedi menyampaikan bahwa pihaknya mendukung langkah pemerintah daerah, khususnya terkait penataan reklame di Jalur Puncak. PHRI berharap penataan tersebut mampu mengembalikan citra Puncak sebagai destinasi wisata unggulan.
Juju juga menekankan perlunya kejelasan konsep penataan reklame, termasuk standar bentuk, ukuran, dan konstruksi, agar mudah disosialisasikan kepada para pelaku usaha.
“Kami berharap ada pendampingan serta kemudahan perizinan, sehingga pelaku usaha dapat menyesuaikan diri dengan kebijakan yang ditetapkan,” pungkasnya.

