liputanfokus.com Bogor – Cuaca panas yang tidak biasa terasa di kawasan Kompleks DPRD Kabupaten Bogor belakangan ini menjadi perhatian berbagai pihak. Suasana terik tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas emosi dan kesehatan mental masyarakat.

Menanggapi fenomena tersebut, ulama kharismatik Kabupaten Bogor, KH Achmad Yaudin Sogir, mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keseimbangan pola hidup serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

Menurutnya, perubahan cuaca merupakan sunnatullah atau ketetapan Allah yang harus disikapi dengan bijaksana dan penuh kesadaran spiritual.

 “Cuaca panas yang kita rasakan saat ini adalah sunnatullah. Kondisi ini dapat memicu berbagai penyakit dan memengaruhi emosi. Oleh karena itu, masyarakat harus menjaga keseimbangan pola hidup, pola makan, serta memperkuat keimanan,” ujar KH Achmad Yaudin Sogir, di Gedung Dprd Kabupaten Bogor Senin (13/4/2026) 

Ia menjelaskan bahwa perubahan cuaca ekstrem sering kali memicu kelelahan, emosi yang tidak stabil, serta menurunnya daya tahan tubuh. Untuk itu, masyarakat diimbau menerapkan gaya hidup sehat, menghindari stres berlebihan, dan tetap berpikir positif.

 “Sering kali cuaca yang panas membuat emosi sulit dikendalikan. Secara psikologis, perubahan cuaca dapat memengaruhi pertahanan perasaan manusia. Maka, penting untuk tetap tenang, tidak mudah marah, dan menjalani hidup dengan rileks,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak terbiasa melamun berlebihan, melainkan mengisi waktu dengan kegiatan positif yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.

KH Achmad Yaudin Sogir menekankan pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai solusi terbaik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Dekatkan jiwa kepada Tuhan dengan membaca Al-Qur’an, bersedekah, murah senyum, dan menahan amarah. Itulah obat jiwa yang sesungguhnya,” tuturnya.