liputanfokus.com Babakan Madang – Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat komitmen terhadap ketertiban wilayah dan pelestarian lingkungan. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gabungan Ketertiban dan Pengelolaan Lingkungan yang dipimpin langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto, di Kecamatan Babakan Madang, Rabu (4/2/2026).
Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dirangkaikan dengan aksi nyata berupa gotong royong massal dan penanaman pohon, sebagai bagian dari program lingkungan berkelanjutan Pemkab Bogor. Pemerintah menargetkan minimal satu hektare kawasan hijau atau hutan di setiap kecamatan, yang direalisasikan melalui kolaborasi lintas sektor.
Dalam sambutannya, Bupati Bogor menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten, khususnya dalam percepatan pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan.
Sejumlah ruas jalan strategis di Kabupaten Bogor, seperti Bojonggede–Kemang, Jalan Mayor Oking, Dramaga, dan Parung, masuk dalam agenda pemeliharaan hingga betonisasi, yang akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing serta postur APBD Tahun Anggaran 2026.
“Tahapan perencanaan dan persiapan sudah dapat dimulai. Pemerintah Kabupaten Bogor berkomitmen menindaklanjuti setiap program secara cepat, tepat, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Rudy Susmanto.
Selain infrastruktur, Pemkab Bogor secara konsisten menjalankan program gotong royong rutin yang melibatkan 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan. Program ini mencakup normalisasi saluran air, penataan lingkungan, serta penanaman pohon di lahan milik pemerintah maupun lahan hibah dari pihak swasta.
Penataan hutan kota juga menjadi perhatian, dengan sejumlah titik strategis yang mulai dihijaukan, termasuk kawasan Stadion Pakansari sebagai ruang publik dan ikon Kabupaten Bogor.
Bupati Bogor menegaskan bahwa program lingkungan tersebut tidak semata bertujuan memperindah wilayah, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko banjir, menjaga keseimbangan ekosistem, serta mendukung kenyamanan aktivitas masyarakat, terutama menjelang bulan suci Ramadan.
Kegiatan gotong royong ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Dinas Pendidikan, perangkat kecamatan dan desa, hingga masyarakat. Aksi yang dilakukan meliputi pembersihan lingkungan, normalisasi drainase, hingga penanaman pohon di sekolah-sekolah dan fasilitas umum.



