liputanfokus.com CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui gelaran Lomba Memasak Tingkat Kecamatan dan Perangkat Daerah yang menjadi bagian dari rangkaian Pesona Ramadhan Bogor Berbagi 2026. Kegiatan yang berlangsung pada 4–5 Maret 2026 di halaman Gedung Tegar Beriman tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, Rabu (4/3/2026).

Dalam sambutannya, Ade Ruhandi menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar ajang kompetisi kuliner, tetapi merupakan strategi konkret penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, visi “Bogor Istimewa Menuju Bogor Gemilang” hanya dapat terwujud melalui kolaborasi lintas perangkat daerah yang solid dan berkelanjutan.

“Bapak Bupati menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini adalah contoh kolaborasi yang produktif. Dinas Pariwisata mampu merangkul camat, perangkat daerah, hingga pelaku UMKM untuk bersama-sama menggerakkan ekonomi,” ujar Ade Ruhandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat tinggi. Tercatat sebanyak 120 peserta berasal dari kecamatan dan 135 peserta dari SKPD serta BUMD turut ambil bagian dalam lomba yang digelar selama dua hari tersebut.

Ia menambahkan, proses penilaian dilakukan secara profesional dengan menghadirkan dewan juri berkompeten, yakni Chef Harris, Chef Sekar, Chef Feby, dan Chef Ridho, guna menjamin objektivitas serta kualitas hasil penilaian.

Admin Pemerintahan

Pemkab Bogor Apresiasi Smartren Ekologi Takzim, Sekda: Attitude Kunci Kesuksesan Generasi Muda

Ria Marlisa menjelaskan, kegiatan Pesona Ramadhan tidak hanya bertujuan memeriahkan bazar Ramadhan, tetapi juga meningkatkan daya tarik kunjungan masyarakat serta mendorong perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

“Melalui lomba memasak ini, kami membuka ruang kreativitas di bidang kuliner sekaligus mempererat kebersamaan antara perangkat daerah dan masyarakat,” pungkasnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi stimulus ekonomi musiman yang berdampak nyata bagi pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat identitas Kabupaten Bogor sebagai daerah yang kreatif dan adaptif dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis komunitas.