liputanfokus.com JAKARTA — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terus mempertegas komitmennya dalam menghadirkan sistem pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bogor Raya.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama proyek PSEL Bogor Raya yang dilaksanakan di Jakarta, Selasa (21/4), dan disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks, sekaligus menghadirkan solusi inovatif dengan mengubah sampah menjadi energi listrik ramah lingkungan.
Kerja sama tersebut melibatkan berbagai pihak, yakni Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, serta sektor swasta melalui PT Weiming Nusantara Bogor New Energy. Sinergi lintas daerah dan sektor ini diharapkan mampu mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan di wilayah Bogor Raya.
Implementasi PSEL Bogor Raya diproyeksikan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan serta menekan beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, proyek ini akan memberikan dampak langsung bagi masyarakat berupa lingkungan yang lebih bersih, berkurangnya pencemaran, serta hadirnya sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
Tak hanya berdampak pada aspek lingkungan, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru, di antaranya penciptaan lapangan kerja serta pengembangan sektor energi bersih di daerah.
Dalam keterangannya, Rudy Susmanto menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya kerja sama tersebut.
“Alhamdulillah, hari ini kami menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan sampah menjadi energi listrik bersama PT Weiming Nusantara Bogor New Energy, disaksikan oleh Menko Bidang Pangan, Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Dalam Negeri, Danantara, dan Kepala BRIN,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Bogor saat ini menghadapi tantangan besar, tidak hanya terkait bencana banjir dan tanah longsor, tetapi juga persoalan darurat sampah yang harus segera ditangani secara serius.



