liputanfokus.com CIBINONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi meluncurkan Sistem Manajemen Talenta sebagai langkah strategis dalam mentransformasi pengelolaan karier Aparatur Sipil Negara (ASN) berbasis kinerja dan kompetensi.
Peluncuran tersebut dilakukan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Cibinong, Selasa (28/4).
Dalam sambutannya, Sekda Ajat menegaskan bahwa penerapan sistem ini menjadi penanda berakhirnya praktik promosi jabatan yang didasarkan pada kedekatan personal di lingkungan birokrasi.
“Transformasi sistem karier ASN yang sedang kita dorong berbasis kinerja dan kompetensi. Tidak ada lagi istilah kedekatan atau ‘dulur’. Yang dikedepankan adalah meritokrasi,” tegas Ajat.
Menurutnya, peluncuran Manajemen Talenta menjadi tonggak penting dalam reformasi birokrasi di Kabupaten Bogor. Sistem ini diharapkan mampu mendorong perubahan pola pikir ASN agar lebih proaktif dalam mengembangkan kapasitas diri serta siap bersaing secara sehat dalam talent pool.
Lebih lanjut, Ajat menjelaskan bahwa Pemkab Bogor sebelumnya telah memenuhi kriteria penerapan manajemen talenta sejak Agustus 2024. Seiring dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 dan Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2024, pemerintah daerah dituntut untuk segera melakukan penyesuaian sistem.
Penyesuaian tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi serta pembaruan sistem, termasuk penyesuaian parameter penilaian pada aplikasi SIMANTAp agar selaras dengan ketentuan terbaru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Upaya ini kemudian berbuah pada terbitnya Keputusan Kepala BKN Nomor 807 Tahun 2025 yang secara resmi menyetujui penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemkab Bogor.
Ajat menekankan, sistem ini dirancang untuk menciptakan tata kelola birokrasi yang lebih adil, profesional, dan transparan, sekaligus menjawab berbagai persoalan klasik dalam pengelolaan ASN.
“Kita ingin membuka ruang bagi talenta-talenta yang selama ini tersembunyi. Ada yang tidak muncul karena sistemnya, ada yang tertahan, bahkan ada yang belum berani tampil. Dengan sistem ini, semua potensi harus bisa terbaca,” ujarnya.



