liputanfokus.com CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk pertama kalinya menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada Jumat. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, dalam upaya mendorong efisiensi energi tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama WFH berjalan lancar dan tetap terkendali.
“Pada minggu ini kita melaksanakan Work From Home untuk pertama kalinya di hari Jumat. Dari data yang ada, sekitar 2.130 ASN atau kurang lebih 10 persen menjalankan WFH,” ujar Ajat.
Ia menjelaskan, tidak semua perangkat daerah menerapkan WFH. Beberapa unit tetap bekerja dari kantor atau Work From Office (WFO) secara penuh, terutama yang bersifat pelayanan langsung kepada masyarakat.
“Ada dua kecamatan yang tidak menerapkan WFH, yaitu Kecamatan Tenjo dan Cigombong. Selain itu, layanan esensial seperti rumah sakit, BPBD, Damkar, dan Satpol PP tetap hadir 100 persen,” jelasnya.
Ajat menegaskan, sebelum pelaksanaan kebijakan ini, seluruh perangkat daerah telah diminta menyusun rencana kerja harian secara rinci guna memastikan produktivitas tetap terjaga.
“Setiap pegawai telah menyampaikan rencana kerja dari pagi hingga sore. Saya memantau langsung, aktivitas pemerintahan tidak terhenti. Bahkan ketika dibutuhkan, ASN tetap siap hadir,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi pelaksanaan WFH perdana yang dinilai sukses dan akan dievaluasi dalam satu bulan ke depan, khususnya terkait dampaknya terhadap efisiensi energi.
“Kita akan evaluasi dampaknya terhadap penggunaan BBM, listrik, dan energi lainnya. Harapannya ini menjadi kebiasaan baru sekaligus menumbuhkan budaya hemat energi, tidak hanya di kantor tetapi juga di lingkungan keluarga ASN,” tambah Ajat.



