Liputanfokus.com – Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade, mengajak masyarakat Kecamatan Gunung Putri untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Al Hikmah, Kecamatan Gunung Putri, Jumat (23/1).
Dalam kesempatan itu, Pemerintah Kabupaten Bogor menyalurkan bantuan stimulus sebesar Rp100 juta untuk masjid besar tingkat kecamatan. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program Bupati Bogor Rudy Susmanto yang bertujuan meningkatkan kenyamanan sarana ibadah sekaligus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah kecamatan, tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten.
Kegiatan Jumling dihadiri jajaran Pemkab Bogor, anggota DPRD Kabupaten Bogor, Camat Gunung Putri, unsur Forkopimcam, serta para Kepala Desa se-Kecamatan Gunung Putri.
Dalam sambutannya, Jaro Ade menegaskan bahwa gotong royong menjadi kunci utama dalam menjaga lingkungan dan mencegah berbagai persoalan, termasuk bencana banjir.
“Semangat gotong royong harus terus kita jaga dan perkuat, mulai dari membersihkan lingkungan, menjaga kebersihan sungai, hingga melakukan penanaman pohon dan penghijauan,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa meskipun kondisi cuaca saat ini cukup ekstrem dan beberapa wilayah di Kabupaten Bogor dilanda banjir, Kecamatan Gunung Putri hingga saat ini belum menerima laporan banjir seperti yang terjadi pada bulan-bulan sebelumnya.
“Ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sudah berjalan dengan baik. Mulai dari kebersihan lingkungan, sungai, hingga upaya penghijauan,” ujar Jaro Ade.
Pada sesi dialog bersama warga, berbagai aspirasi terkait kondisi dan kebutuhan wilayah Gunung Putri turut disampaikan. Jaro Ade menekankan pentingnya sinergi seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten, Pemerintah Kecamatan, dan Pemerintah Desa sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, penghijauan harus terus digalakkan, baik di kawasan permukiman maupun ruang terbuka hijau, sebagai langkah strategis menjaga keseimbangan lingkungan dan meminimalkan potensi bencana.



