liputanfokus.com CIBINONG – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meluncurkan layanan bus listrik sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi publik yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam merespons tantangan mobilitas modern sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon di wilayah Kabupaten Bogor.

“Peluncuran bus listrik ini merupakan inovasi strategis yang patut diapresiasi. Kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan layanan transportasi publik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan hidup serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Sastra Winara.

Peluncuran layanan bus listrik tersebut dilaksanakan dalam momentum kegiatan Car Free Day di kawasan Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Ahad (5/4), dan diresmikan langsung oleh Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

Dalam keterangannya, Rudy Susmanto menjelaskan bahwa pengoperasian bus listrik merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mendukung program pemerintah pusat terkait efisiensi energi dan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Bus listrik ini sepenuhnya menggunakan tenaga listrik dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat selama masa uji coba. Ini merupakan tahap awal dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang modern, efisien, dan ramah lingkungan di Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Pada tahap awal, Pemerintah Kabupaten Bogor mengoperasikan empat unit bus listrik yang saat ini masih dalam fase uji coba. Apabila memperoleh respons positif dari masyarakat, jumlah armada direncanakan akan ditambah dan dioperasikan secara permanen melalui skema Buy The Service (BTS) dengan dukungan subsidi dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Adapun rute awal layanan bus listrik tersebut menghubungkan kawasan Bojonggede dengan Sentul City, melalui sejumlah titik pemberhentian strategis seperti AEON Sentul dan kawasan Sirkuit Sentul.

Pemilihan rute ini didasarkan pada tingginya tingkat mobilitas masyarakat di Stasiun Bojonggede yang mencapai sekitar 50 ribu pengguna per hari, yang sebagian besar merupakan pekerja komuter dengan tujuan Jakarta.