liputanfokus.com BOGOR, 4 April 2026 — Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa Kabupaten Bogor yang digelar di Hotel Bigland Sentul berlangsung dengan penuh khidmat, semangat kebersamaan, dan nuansa ukhuwah yang kuat. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan partai, Dpp PKB, anggota DPRD Kabupaten Bogor, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, serta para pengurus dari tingkat DPP DPW DPC, PAC hingga ranting.

Muscab ini tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat konsolidasi politik, mempertegas arah perjuangan partai, serta memperkokoh peran PKB sebagai jembatan aspirasi antara umat dan pemerintah.

Ketua DPC PKB Kabupaten Bogor, Edwin Sumarga, dalam pidatonya menegaskan bahwa partai politik sejatinya adalah wadah perjuangan, bukan sekadar alat kekuasaan.

“Partai politik adalah tempat perjuangan. Di sinilah kita mengabdikan diri, memperjuangkan aspirasi rakyat, dan menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada umat. PKB hadir bukan hanya untuk meraih kekuasaan, tetapi untuk membawa kemaslahatan,” tegas Edwin.

Ia juga menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan PKB sebagai kekuatan politik yang terus tumbuh dan berpengaruh, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“PKB adalah partai besar yang lahir dari rahim ulama. Ke depan, kita harus berani menatap lebih jauh—menjadi bupati, wakil bupati, bahkan hingga presiden dan wakil presiden. Semua itu bisa kita capai dengan kerja nyata, pelayanan tanpa henti, serta soliditas kader dari tingkat desa, kecamatan, ranting, hingga PAC,” lanjutnya.


Dalam perspektif yang lebih luas, Edwin menekankan pentingnya membangun politik yang beretika dan berlandaskan nilai-nilai keislaman yang moderat serta kebangsaan yang inklusif.

“Politik tidak boleh kehilangan arah moral. PKB harus menjadi pelopor politik yang santun, berilmu, dan berorientasi pada kemajuan umat. Kita bergerak dengan dasar akidah, ilmu, dan pengabdian,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal wilayah PKB Provinsi Jawa Barat, Acep Jamal, dalam sambutannya mengajak seluruh kader untuk memperkuat kembali nilai-nilai ideologis partai yang bersumber dari pemikiran ulama dan tradisi Ahlussunnah wal Jamaah.

“PKB lahir dari gagasan besar para ulama sebagai jembatan antara rakyat dan pemerintah. Kita berkumpul di sini bukan karena kepentingan sesaat, tetapi karena panggilan sejarah dan tanggung jawab moral untuk menjaga perjuangan ini,” ujar Acep.